Hai Ivanis, ada yang ingin kutanyakan padamu ketika kamu mungkin membaca suratku ini. Sebenarnya apa yang membuatmu mau berteman denganku.... . Ketika pertama kali aku memasuki sekolah menengah pertamaku, Kita satu kelas, dan kamu yang memulai topik bicara denganku, (yang ku anggap itu sekarang karna kepolosan kita remaja dulu.) ku pikir aku masih mengingat siapa aku dulu, apatis, sinis, pongah, dan sifat jelek lainnya yang ada padaku. terus terang, waktu aku mengenalmu kupikir kamu hanya bergaul dengan yg centil-centil dan mengelompok (ngeGeng) seperti itu, tapi memang sepertinya begitu. ketika kamu sedang bergerombol aku enggan ikut di dalamnya.sampai kenaikan kelas 2 memisahkan kita untuk tidak satu kelas. tapi cerita aku dan kamu, tidak berhenti sampai disitu. aku, kamu tidak tahu kenapa kita justru semakin dekat dan dekat (mungkin karna tempat tinggal kita searah). pulang pergi kita bersama. kamu banyak bercerita tentang keadaanmu dan aku hanya pendengar baik bagimu. terkadang kita lebih banyak berdiam sambil menikmati keadaan sekitar, dan pikiran kita masing-masing. semua hal yang kulalui bersamamu adalah hal terindah bagiku. aku yang sok kuat sok pelindung, sok apalah sebenarnya jauh dari yang diharapkan. Rapuh. tapi itulah aku yang tak ingin menunjukan sisi lemahku. Ivanis, kau banyak disenangi orang dan aku orang yang terkucilkan, tapi kamu mampu tetap merangkulku dan sedikit terbuka dan menerima keadaan sekitarmu.
orang ini yang menghabiskan waktu memikirkan kamu selain orang yang pernah dia cintai (kaQ). bagaimana kabarmu, apa kamu baik-baik saja tanpaku, aku khawatir sama kamu, apa kamu gak terpikir tentangku?? itulah setidaknya pertanyaan-pertanyaanku saat aku merasa sendiri, saat kita jauh dan saat kita seperti 'Tom and Jerry'. Saat amarah memilih egoku jauh dari lubuk hatiku, aku yang sangat terluka. karna bagaimanapun kamu orang yang aku sayang sebagai teman terbaikku. like i said: "YOU ARE THE BEST!!!"
akhirnya aku yang selalu mengalah, dan sistuasi terakhir itu.... membuatku tak mengerti dan memilih, I AM ALONE! ku anggap semua tak berguna, menyebalkan, dan membuatku muak. aku asyik dengan duniaku sendiri dan kamu aku tidak tahu. Sampai akhirnya...... sebuah panggilan yang tidak kuduga datang. and that's you, my friend. kamu tahu??? saat mengangkat panggilan darimu aku seperti tak percaya, senang, haru, bodoh, malu rasanya campur aduk. seorang Ivanis bisa membuatku seperti itu. dan kamu teman cewe yang bikin aku seperti itu selain Imel yang pernah membuatku menangis kehilangan atas kepergiannya. dan jejaknya yang tersamarkan. Kamu tahu, kadang aku berandai jika itu seorang pria mungkin dia juga spesial untukku. tapi bukan berarti dia orang yang akan kucintai. karna cinta dan perasaan sayang itu beda. walaupun terlihat tipis. I SAID: " YOU ARE THE BEST!!!" terimakasih hadir dalam hidupku dan sampai kita tua nanti kita never end. OK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar